Semakin banyak waktu yang kita habiskan di rumah, semakin banyak makanan yang kita konsumsi. artikel ini membahas kompos dari sisa organik.

Hal ini berarti semakin banyak sisa makanan seperti kulit buah, sisa sayuran, nasi dan lainnya. Menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), hampir sepertiga makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia terbuang setiap tahunnya.

Bahan organik yang dimaksud dalam pengertian kompos adalah rumput, jerami, sisa ranting, kotoran hewan, bunga yang gugur, urin ternak, dan bahan organik lainnya. Kalian juga bisa menggukanan alat untuk membakar sia organik tersbut dengan alat pembakar sampah tanpa asap

Semua bahan organik tersebut akan terlapuk oleh mikroorganisme yang tumbuh subur di lingkungan lembab.

Dan Pada dasarnya pelapukan ini merupakan proses alami yang biasa terjadi di alam, namun proses pelapukan  alami ini berlangsung dalam jangka waktu yang  lama, bahkan  puluhan tahun. Untuk mempersingkat proses pelapukan, diperlukan nya bantuan manusia.

Jika  pengomposan dilakukan dengan benar,  hanya membutuhkan waktu 1-3 bulan, bukan bertahun-tahun, kompos juga bermanfaat dalam meningkatkan daya ikat air tanah sehingga air tanah dapat disimpan lebih lama.

Ketersediaan air  dalam tanah dapat mencegah terbentuknya lapisan kering pada tanah. Penggunaan pupuk organik sangat membantu dalam menjaga kesehatan akar dan memperlancar pertumbuhan akar.

Kandungan unsur hara pada pupuk organik sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik. Oleh karena itu penggunaannya harus dalam jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

Namun mengingat manfaat kompos bagi tanah dan tanaman, maka penggunaannya tidak akan sia-sia, meski digunakan dalam jumlah banyak. Manfaat kompos tidak hanya dirasakan secara langsung, namun juga bertahan lama hingga beberapa dekade mendatang.

Saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai  menggunakan pupuk organik, termasuk pupuk organik. Karena penggunaan bahan organik  dianggap sampah, maka biaya pembuatan kompos  relatif murah.

Sampah yang Bisa dan Tidak Bisa Dijadikan Kompos

Berikut ini adalah sampah organik yang bisa dijadikan kompos.

  • Berupa sisa makanan dan juga sayuran hingga daging busuk
  • Kertas atau tisu bekas sudah tidak terpakai lagi
  • Dedaunan dan rumput
  • Potongan kayu
  • bumbu kadaluwarsa
  • bulu hewan yang rontok
  • Debu di belakang lemari es
  • Termasuk kotoran hewan.

Ada juga  beberapa sampah  rumah tangga yang didaur ulang yang tidak dapat digunakan untuk pembuatan kompos. Bahan-bahan tersebut antara lain:

  • Tanaman yang sakit
  • kertas pembungkus logam
  • kaleng minuman berlapis logam
  • Kaca, besi, aluminium
  • Boks kardung makanan yang memiliki tekstur berminyak (seperti kotak pizza)
  • Plastik
  • kaleng
  • makanan/minumanbotol

Membuat Pupuk Kompos dari Sisa Organik Makanan

 

1. Kompos Dari Sisa Organik Sisa Makanan

Pisahkan  sisa makanan dari sampah rumah tangga lainnya, tempatkan dalam wadah agar mudah ditangani. Sisa yang dapat dijadikan kompos adalah sayur-sayuran dan keripik buah-buahan.

Untuk tulang ayam atau  hewan lainnya, sebaiknya disimpan langsung di tanah. Tulang-tulang itu akan memberi makan tanah dengan sendirinya.

2. Menyiapkan Komposter

Siapkan komposter yang akan digunakan untuk mempercepat penguraian sisa makanan menjadi kompos, letakkan di halaman atau di tempat yang aman.

3. Sisa Makanan dan Daun Kering

Sisa makanan membutuhkan bahan lain untuk diubah menjadi kompos yang kaya nutrisi, bahan tambahan yang bisa digunakan yaitu sebuah daun kering sebagai alternatif, kertas atau karton bekas juga bisa digunakan. Pastikan kertas tidak mengandung plastik atau tinta berlebih.

4. Diamkan Hingga Tiga Bulan

Tinggalkan sisa  selama tiga bulan, boleh untuk sesekali buka tempat sampah kompos dan aduk untuk menukar udara.

Setelah tiga bulan akan menjadi kompos dan bisa dipanen, Pada bagian ini  jangan kaget karena nantinya akan banyak terdapat hewan herbivora Pupuk organik yang diperoleh bisa langsung diaplikasikan ke tanaman.

Selain menggunakan komposter, kalian juga bisa membuat kompos dari lubang biopori dan banana cirle yang memnafaatkan tanaman pisang dan menggunakan lalat atau belatung.