Cara membuat pupuk kompos dari daun hijau membutuhkan bahan lain yaitu daun kering. Banyak orang – orang untuk mengisi waktu luangnya dengan menanan tanaman. Seperti tanaman hias maupun tanaman untuk obat – obatan.

Jika kita bercocok tanam, maka memerlukan pupuk. Pupuk sangat penting bagi tanaman untuk menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Ppupuk terbagi menjadi 2 macam yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik ang banyak digunakan dimasyarakat adalah pupuk kompos dan pupuk kandang.

Pupuk kandang terbuat dari kotoran hewan seperti kotoran aam, sapi, kambing atau hewan lainnya.

Sedangkan pupuk kompo terbuat dari daun, limbah organik dari buah atau sayuran.

Baca Juga: Inilah Cara Membuat Kompos dari Daun Kering, Ternyata Mudah Loh!

 

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Hijau

A. Persiapan Alat Dan Bahan

Sebelum memulai membuat pupuk kompos maka persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Untuk mempermudah dan mempersingkat waktu pada proses pembuatannya.

Alat – alat yang harus disiapkan adalah sekop, cangkul, penyemprotan air, dan peralatan yang digunakan berkebun lainnya. Siapkan juga wadah ember, plastik hitam, dan tali untuk mengikatnya.

Bahan tambahan agar proses pengomposan berhasil adalah larutan em4 dan juga air. Larutan Em4 berguna untuk mempercepat proses pembuatan pupuk kompos. Siapkan kayu dan terpal sebagai tempat  penyimpanannya.

B. Membuat Media Pupuk

Dalam pembuatan media pupuk yang berasal dari daun harus meniapkan media yang sesuai kriteria

  1. Lahan yang digunakan untuk membuat dan menyimpan kompos yang teduh dan lembab tidak terkena sinar matahari langsung.
  2. Tempat yang digunakan membuat kompos dengan memilih lokasi yang dekat dan mudah dijangkau untuk mempermudah penjagaan.
  3. Membuatt kotak dari kayu, bambu, atau yang lainnya sebagai tempat penyimpanan kompos.
  4. Buatlah juga mulsa plastik hitam dengan ukuran sama seperti  kayu tersebut sebagai media tanam dalam pembuatan kompos.
    Kamu dapat juga membuatnya dri terpal yang telah diikat ujung – ujungnya.
  5. Tambahkan lubang kecil – kecil pada plastik bagian samping dan bawah. Berguna sebagai tempat penyaringan dan juga sirkulasi air dan udara.

c. Proses Pembuatan

Apabila alat dan bahan yang dibutuhkan sudah tersedia maka proses pembuatan kompos sudah dapat dilakukan. Untuk daun gunakan dua jenis daun yaitu daun kering dan daun hijau atau daun basah.

Daun basah yang dipilih diharuskan daun yang sudah tua tetapi tetap segar dan warnanya tidak menguning. Daun kering dapat didapatkan di sekitar rumah yang daunnya sudah jatuh ke tanah dannnnnn menjadi sampah.

Bahan – bahan yang telah dikumpulkan telah bersih dari kotoran dan campuran sampah lain ang menghambat proses pengomposan.

Pengumpulan daun basah dan daun kering dengan perbandingan 1 : 3. Cacah terlebih dahulu daun – daun yang akan digunakan. Campurkan jadi satu ke dalam wadah dapat berupa ember atau yang lainnya.

Taburkan tanah gembur atau humus sebagai pelapis pertama, lalu masukkan daun yang telah dicacah dan dicampur diatas tanah humus tadi.

Tutup lagi tumpukan daun menggunakan tanah humus lagu. Lakukan secara berulang sampai daun habis. Lapisan terluar harus tanah humus gar proses pengomposan berhasil.

Tutup menggunakan plastik atau terpal selama kurang lebih 6 minggu. Agar kelembapan tetap terjaga maka semprotkan air ke dalam tumpukan kompos setiap seminggu sekali lalu aduk menggunakan sekop.

D. Cara Penggunaan

Setelah proses pengomposan selesai, maka saatnya digunakan kepada tanaman. Cara menambahkan pupuk kompos kepada tanaman cukup mudah dan praktis.

Saring pupuk kompos terlebih dahulu lalu campurkan pupuk kompos dengan tanah atau media tanam yang digunakan untuk menanam tanaman. Pupuk ini sangat baik untuk sayuran, buah – buahan, tanaman hias, dan tanaman obat – obatan.

Baca Juga: Cara Mengolah Minyak Sawit Merah