Peluang usaha pupuk organik cair. Pupuk adalah bahan tambahan untuk penyubur tanaman, jika manusia membutuhkan vitamin untuk kesehatan tubuh, tanaman memerlukan pupuk untuk kesehatannya juga. Pupuk ini ada 2 jenis, ada pupuk organik cair dan padat. Keduannya sama sama memiliki banyak manfaat bagi media tanaman serta tanamannya juga.
Di kondisi seperti ini mungkin kamu dapat menggunakan waktumu untuk melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti berolahraga, merawat tanaman atau mungkin berdagang. Ketiganya dapat kamu lakukkan dalam satu waktu. Seperti menanam sesuatu kamu perlu olahraga, dengan mencangkul, memberi biji ke tanah, itu semua memerlukan tenaga.
Kemudian juga tanaman yang kamu tanam dapat kamu jual seperti menanam sayuran, buah-buahan, bahkan tumbuhan hias. Atau kamu juga bisa membuat pupuk tanaman tersebut dan kamu jual. Nantinya kamu dapat berolahraga, berdagang, sekaligus mendapat uang dalam satu waktu.
Nah berikut ini peluang usaha pupuk organik yang dapat kamu lakukan untuk menambah penghasilanmu. Selain menambah menghasilanmu, kamu juga lebih sehat karena melakukan hal yang positif sekaligus mendapatkan cuan. Ini dia penjelasannya :
Peluang Usaha Pupuk Organik Cair

Untuk memulai usaha atau bisnis pupuk ini kamu tidak perlu menjadi petani untuk melakukannya. Sekedar melihat internet seperti yang kamu lakukan ini, kamu dapat memulainya. Yang pasti kamu harus mempunyai modal dan juga tenaga untuk melakukan suatu usaha.
1. Melihat Potensi dan Target Pasar
Bisnis apapun, pertama kali yang kamu perhatikan yakni potensi pasar dan target pasarnya. Apa sih potensi dan target pasar itu ? Seperti halnya dengan kata viral, kamu harus mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat pada saat itu. Jika saat ini orang orang suka dengan tanaman, maka kamu harus tau apa yang dibutuhkan tanaman tersebut, seperti media tanam, jenis tanaman dan pupuknya. Kamu dapat memulai dari hal kecil tersebut, menggunakan sosial media sebagai sarana perdagangan dan melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.
Selain itu, kamu juga bisa melihat seberapa banyak sih bisnis yang akan kamu tekuni nanti dilakukan oleh orang orang. Misalnya kamu ingi berbisnis pupuk organik, kamu bisa melihat seberapa banyak orang yang sudah berbisnis hal yang sama. Kemudian ada berapa orang yang telah berjualan pupuk organik disekitar rumahmu atau daerahmu ? Lalu apakah orang yang telah berjualan pupuk organik disekitar rumahmu produknya lengkap ? Bagaimana toko tersebut dapat bersaing di kondisi saat ini ? Dan yang terpenting apakah harga yang toko lain jual bersaing dipasaran ?
Dengan mengetahui hal tersebut kamu dapat lebih tau target dan potensi pasar sekarang ini.
2. Mengenali Konsumen Disekitar
Setelah mengetahui bagaimana kondisi pasar pupuk organik di wilayah sekitar kamu, sekarang saatnya untuk mengenali bagaimana sih calon konsumennya ? Lihat di sekitar wilayah tempat tinggalmu atau diwilayah tempat yang akan kamu bangun toko nantinya, apakah terdapat lebih banyak orang yang hanya hobi koleksi tanaman hias saja atau ada juga yang membudidayakannya ?
Pupuk organik yang Anda jual tentu saja akan lebih cepat laku kalau di wilayah tersebut banyak terdapat orang yang budidaya tanaman untuk dijual kembali. Dengan begitu kamu bisa menyediakan stok pupuk yang cukup banyak dan beragam untuk memenuhi kebutuhan petani tanaman hias tersebut.
3. Pemilihan Lokasi yang Strategis
Selain kamu memlihat konsumen dan potensi pasarnya, kamu wajib memilih lokasi untuk menjual pupukmu nanti. Jika kamu tinggal didesa atau pinggiran kota, kamu harus memilih lokasi yang strategis, seperti pusat kota, penghubung antar 2 kota mungkin, atau membuka stand dipameran. Yang pasti kamu harus memilih lokasi yang selalu dilewati oleh orang, dan ramai pastinya.
Dari ketiga lokasi tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiganya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Seperti dipusat kota, pastinya bila kamu menjual pupuk dipusat kota akan lebih banyak orang yang berjualan produk yang sama dengan apa yang kamu jual. Maka dari itu kamu dapat membuat cabang atau toko lain yang sama di daerah lain seperti penghubun antar 2 kota, misalnya kamu berada dikota A, kamu dapat menjual pupuk tersebut pada batas kota A dan B.
Tetapi jika ingin produkmu lebih dikenal lagi, kamu dapat membuka stand pada pameran. Kamu dapat mengenalkan produk yang kamu buat dan kamu jual kepada orang yang berada dipameran tersebut. Pameran ini sifatnya sementara, jadi kamu harus pintar untuk memamerkan produkmu agar laku.
4. Pilih Jenis Pupuk dan Sedikan Produk Sekuder
Setelah kamu memiliki tempat usaha atau lokasi usaha yang strategis, selajutnya kamu dapat memilih jenis pupuk dan mencari produk lain untuk kamu jual. Produk lain yang dimaksud adalah seperti media tanam, pot, tanaman hias, macam-macam merk pupuk dan aneka kebutuhan tanaman lainnya. Kamu bisa mencari pupuk organik buatan sendiri atau pabrikan, semua tergantung pada buget yang kamu punya. Jika kamu memiliki budget lebih kamu dapat menggunkan macam-macam merk pupuk pabrikan. Tetapi jika budget kamu sangat minim sekali kamu dapat membuatnya sendiri seperti ini :
Cara Buat Pupuk Organik Cair :
- Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
- Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
- Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku, bisa memakai mesin perajang rumput atau celurit. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
- Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
- Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
- Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
- Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
- Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
- Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Nah diatas tadi merupakan contoh peluang usaha yang bisa kamu dapatkan ketika menjual pupuk organik cair. Informasi diatas mungkin kurang lengkap dan terdapat kesalahan dari informasi penjelasan mupun kata. Sekian pembahasan diatas, semoga dapat membantu kamu untuk usaha pupuk organik cair. Terimakasih
