Budidaya tanaman jahe di pekarangan rumah sebenarnya hal yang sangat mudah sekali untuk dilakukan. Terlebih kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat herbal juga semakin meningkat.ada banyak tips budidaya tanaman jahe dan itu sangat mudah dilakukan

Selain digunakan untuk obat herbal, daya jual jahe juga cukup tinggi. Sebelum mulai menanam jahe di rumah, ada baiknya anda mengenali bentuk tanamannya terlebih dahulu. Tanaman ini dikenal mempunyai bentuk yang rumpun dan berbatang semu.

Cara menanam jahe di rumah sebenarnya tidak terlalu sulit dan cukup sederhana saja. Untuk media tanamnya bisa menggunakan pot, polybag atau bisa juga dengan lahan yang cukup luas. Masa tanam jahe biasanya hanya memerlukan waktu tiga bulan saja

Tahapan dalam budidaya tanaman jahe:

budidaya tanaman jahe

1.Tahap persiapan

Tahapan dalam menanam jahe di rumah yang pertama dilakukan adalah persiapan terlebih dahulu.Hal yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu adalah media tanam dari jahe itu sendiri.

Untuk menanamnya, anda bisa menggunakan tanah yang gembur dan subur. Tujuannya agar hasil panen dari jahe merah lebih banyak. Akan lebih baik lagi apabila tanaman jahe merah diberi tambahan pupuk kandang.

Cara mempersiapkan media untuk tanaman jahe

1. Gemburkan tanah dengan cara dicangkul.
2. Buat bedengan dengan lebar 1 meter. Sesuaikan panjang bedengan sesuai dengan luas lahan anda. Atur tinggi    sekitar 25-30 cm.
3. Jangan lupa antar bedengan diberikan jarak 50 cm.
4. Berikan pupuk kandang sebanyak 10 kg. Ukuran ini untuk lahan atau bedengan dengan luas 10 meter.
5. Atur lubang media tanam dengan jarak antara 25 x 25 cm. dan kedalaman antara 25-30 centimeter.
6. Lalu diberi pupuk kandang ke dalam lubang untuk media tanam sebanyak 0.5 kg saja.
7. Diamkan lahan yang sudah diberi pupuk selama satu minggu sebelum ditanami.

2.Pemilihan Bibit

Tahapan menanam jahe di rumah selanjutnya adalah memilih bibit yang akan di tanam. Pilihlah bibit jahe yang berkualitas tinggi. Bibit jahe yang berkualitas bisa dipastikan lebih segar dan lebih cerah warnanya. Bibit jahe ini bisa sangat mudah ditemukan di pasaran.

Ciri bibit jahe yang berkualitas baik:
1. Jahe mempunyai bentuk yang rimpang dan besar.
2. Kondisi jahe masih segar, tidak berkerut, masih memiliki kadar air yang banyak.
3. Pastikan bahwa jahe yang akan ditanam tidak memiliki cacat akibat hama atau parasit.
4. Warna yang dimiliki oleh rimpang pastikan masih cerah dan segar.
Bibit jahe yang sudah disiapkan, kemudian letakkan pada ruangan dengan suhu sejuk. Lalu siram dengan air dan biarkan sampai rimpang jahe merah sampai mengeluarkan tunas. Jika ada bibit yang mulai membusuk, buang dan ganti bibit yang baru agar tidak menular ke bibit yang lainnya.

3.Tahap Menanam

Tahapan selanjutnya adalah memindahkan bibit jahe yang sudah bertunas ke media yang sudah dipersiapkan sebelumnya.Pastikan juga bahwa lahan sudah diberi pupuk kandang dan didiamkan selama satu minggu. Pastikan pula bahwa bibit jahe merah bertunas tidak membusuk.

Cara menanam jahe di media tanam atau lahan:
1. Masukkan bibit jahe yang sudah bertunas ke lubang media tanam atau pot atau polybag. Jika sudah dimasukkan , tutup lagi dengan tanah. Jangan tutup terlalu rapat terutama pada bagian tunasnya,agar bibit jahe bisa tumbuh lebih optimal.
2. Taburkan juga obat anti jamur untuk mencegah jamur pada tanaman jahe merah. Siram dengan air dan periksa bibit jika tunas tidak tumbuh selama 1 minggu setelah tanam.
3. Jika tunas tidak kunjung tubuh, maka periksa kembali. Hal ini menandakan bibit sudah busuk dan harus segera diganti bibit yang baru. Lakukan penyulaman jika ada bibit yang busuk atau rusak. Tujuannya agar tanaman tumbuh bersamaan dan dapat dipanen secara bersamaan.

4.Tahap Penyiraman

Tahapan selanjutnya adalah lakukan penyiraman. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari terutama saat awal penanaman.

Penyiraman ini hanya dilakukan pada saat musim kemarau saja. Hal ini dilakukan agar bisa mengontrol kadar air. Siram minimal 3-4 hari sekali.Penyiraman juga akan mempermudah proses pemanenan.

5.Pemupukan

Lakukan pemupukan pada saat awal penanaman dengan pupuk kandang atau organik agar jahe tumbuh lebih sempurna.

Lebih dianjurkan menggunakan pupuk organik, karena tanpa pupuk pun sebenarnya tanaman jahe dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemupukan dilakukan secara berkala juga akan memperbaiki kualitas umbi. Lakukan setidaknya 3 kali sampai dengan masa panen.

6.Panen

Panen merupakan tahapan terakhir. Panen jahe ini dilakukan setelah jahe usia 3 sampai 4 bulan penanaman. Caranya yaitu dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman. Tujuannya agar saat mencabut tanaman menjadi lebih mudah.

Lakukan pencabutan tanaman dengan umbinya dan potong pada bagian batangnya. Jika sudah, bersihkan umbi dari sisa tanah yang menempel, kemudian pisahkan umbi berkualitas bagus dan buruk. Letakkan umbi pada tempat atau wadah bersih agar kesegeran umbi tetap terjaga.