Melon merupakan salah satu buah yang enak, manis, empuk, harum, sangat cocok untuk dijadikan jus serta olahan makanan dan minuman. Banyak sekali petani di Indonesia yang menanam melon dengan alasan harganya yang cukup mahal dan stabil di pasaran, serta produktivitas nya tinggi jika budidaya tanaman melon dilakukan dengan cara yang benar.

Untuk lahan yang ideal pada tanaman melon ini yaitu pada kisaran 500 mdpl, bila kurang dari itu maka tanaman ini akan cenderung berbuah kecil. Buah melon juga bila ditanam pada suhu 180 C maka akan sulit dalam perkembangan pertumbuhannya. Tanaman ini cenderung menyukai pada suhu 300 C dengan curah hujan 2000 mm/tahunnya. Di Artikel ini kita akan membahas Budidaya Tanaman Melon

Cara Budidaya Tanaman Melon

1. Pembibitan

Budidaya Tanaman Melon yang pertama adalah Pembibitan. Agar hasilnya optimal, perlu menggunakan bibit buah melon yang sehat, kuat, dan terawat dengan baik. Ketika direndam, benih yang baik akan berada di dasar air, sementara yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.

Proses selanjutnya adalah menyiapkan benih. Yaitu melalui proses pengadaan benih secara generatif, pengadaan benih secara vegetatif, mengetahui sumber benih yang akan dipakai, menyimpan benih dengan baik, dan yang terakhir memperhitungkan kebutuhan jumlah benih.

Selanjutnya, melakukan proses penyemaian benih, pemeliharaan pembibitan atau penyemaian, dan juga pemindahan bibit.

2. Pengolahan Media Tanam

Persiapan

  • Pengukuran pH Tanah
  • Analisis Tanah
  • Penetapan Waktu/Jadwal Tanam
  • Penetapan Luas Areal Penanaman
  • Pengaturan Volume Produksi

Pembukaan Lahan

  • Pembajakan
  • Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam

Pembentukan Bedengan

  • Pengeringan Tanah Setelah Dibajak
  • Pembuatan Petakan (panjang 12-15 meter, lebar 100-110cm)
  • Membentuk Bedengan
  • Mengukur Jarak Bedengan

Pengapuran dan Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)

Proses pengapuran akan meningkatkan unsur hara kalsium yang nantinya diperlukan oleh dinding sel tanaman.

Sementara itu, pemasangan PHP terdiri dari dua lapisan, lapisan berwarna perak untuk bagian atas dan warna hitam untuk bagian bawah.

Pemasangan dilakukan saat panas ada terik panas matahari agar dapat memuai dan menutup bedengan dengan cepat.

3. Teknik Penanaman

Buah melon adalah tanaman semusim dengan pola monokultur. Perlu adanya lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas dengan diameter 10 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris yang berhadap-hadapan, dengan membentuk segi empat.

Sebelumnya, bibit disemai selama kurang lebih 3 minggu. Saat proses tanam, akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polybag.

Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon, diletakkan pada lubang yang telah ditugal, usahakan agar tidak pecah atau hancur.

4. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penjarangan dan Penyulaman
  2. Penyiangan
  3. Pembubunan
  4. Perempalan
  5. Pemupukan
  6. Pengairan dan Penyiraman
  7. Penyemprotan Pestisida
  8. Pemeliharan Lainnya

5. Hama

Terdapat dua jenis hama yang sering mengganggu tanaman melon, yang pertama adalah Kutu Aphids. Gejalanya adalah daun menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering.

Pengendaliannya: membersihkan gulma, disemprot dengan insektisida, tanaman yang telah terjangkit virus dicabut dan dibakar.

Hama kedua adalah Thrips. Gejalanya adalah daun-daun muda dan tunas menjadi keriting, bercak kekuningan, kerdil, dan tidak dapat membentuk buah secara normal. Pengendaliannya: menyemprot dengan racun kontak, dengan dosis 3 – 4 hari sekali.

6. Penyakit

Terdapat berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman melon. Di antaranya adalah Layu Bakteri dan Penyakit Busuk Pangkal Batang.

Kedua penyakit ini perlu diantisipasi gejalanya, dan dilakukan pengendalian agar tidak merusak buah dan mengurangi hasil produksi.

7. Panen

Tanda dan ciri-ciri tanaman melon siap untuk dipanen adalah:

  1. Ukuran buah sudah mendekati ukuran normal
  2. Serat jala pada buah sangat nyata dan kasar
  3. Warna kulit buah hijau kekuningan
  4. Umur panen kurang lebih 3 bulan setelah penanaman
  5. Waktu panen terbaik adalah di pagi hari