Cara membuat pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan limbah seperti dedaunan, limbah rumah tangga yang telah melalui proses fermentasi. Berfungsi sebagai bahan penyubur tanah pada tanaman agar tanaman tetap tmbuh dengan baik. Pupuk kompos dapat kamu buat sendiri mengunnakan sisa sampah rumah tangga seperti kulit sayuran atau buah, dedaunan kering, kotoran hewan ternak, atau sampah organik lainnya.

Jika kamu atau ibumu selesai memasak, jangan buang sampah bekas sayuran. Kamu dapat mencoba membuat pupuk kompos ini. Nantinya pupuk yang telah kamu buat dapat kamu gunakan untuk tanaman dirumahmu. Atau kamu dapat membuat pupuk kompos lalu mengemasnya dan kamu jual, itu dapat menjadi sumber pendapatan tambahan untuk kamu.

Jenis-Jenis Pupuk kompos

cara membuat pupuk kompos

1. Pupuk Aerob

Pupuk kompos jenis ini dibuat menggunakan sisa tanaman dan kotoran, kamu dapat membuat mengunakan semuanya atau salah satunya. Proses pembuatan pupuk aerob memerlukan waktu sekitar 40 sampai 50 hari lamanya. Lama waktu deokomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk yang kamu gunakan. Biasanya menggunakan sisa tanaman lebih lama dibanding menggunakan kotoran hewan ternak.

2. Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi merupakan pupuk jenis anaerob yang paling diketahui orang. Ciri yang khas dari pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yang menggunakan efektif mikroorganisme atau EM4. Inokulan tersebut terdiri dari berbagai macam campuran senyawa mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif.

3. Vermikompos

Pupuk jenis ini merupakan salah satu jenis kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurainya. Makroorganisme adalah hewan seperti cacing tanah dengan jenis lumbricus atau cacing jenis lainnya. Vermikompos ini dibuat dengan cara memberi sisa makanan kepada cacing tanah tersebut, lalu cacing akan mengeluarkan kotorannya. Nah kotoran tersebutlah yang nanti jadi pupuk. Selain cacing vermikompos juga bisa dibuat pakai belatung atau larva lalat (maggot black soldier fly).

4. Pupuk Organik Cair

Pupuk organik jenis ini dibuat dengan cara pengomposan basah. Pengomposan bisa berlangsung secara aerob maupun anaerob, penjelasan aerob ada diatas yaa. Pupuk organik yang cair lebih cepat diserap oleh tanaman melalui daunnya, bukan dari akarnya, kecuali penanaman pada sistem hidroponik. Pengaplikasian pupuk cair ini juga harus pada dosis dan takaran yang tepat, agar tanaman tidak layu atau mati. Jika  kamu menambahkan pupuk organik cair pada dosis dan takaran yang lebih maka tanaman akan cepat sekali layu dan mati. Pastikan dosis dan takaran tersebut pas, tidak kurang maupun lebih.

Cara Membuat Pupuk Kompos

cara membuat pupuk kompos

Pupuk kompos adalah hal yang umum diketahui oleh masyarakat, khususnya para petani. Tetapi orang-orang hanya mengetahui pupuk kompos organik, padahal banyak sekali jenis pupuk yang bisa kamu buat. Nah berikut ini cara membuat pupuk kompos dan macam-macam jenis pupuk kompos :

1. Buat Pupuk Kompos Metode Aerob

  1. Menyiapkan lahan seluas kira-kira 10 meter persegi dan membuat atap menggunakan apapun agar terhindar dari hujan dan paparan sinar matahari langsung.
  2. Siapkan bak dari papan kayu dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter, Pastikan kamu memilih lebar papan 30-40 meter.
  3. Kemudian siapkan bahan utamanya yaitu sisa makanan seperti kulit buah, sayur serta menyiapkan kotoran hewan ternak. Jika hanya terdapat kotoran ayam juga bisa kamu campurkan.
  4. Jika bahan sudah siap cacah-cacah, bisa menggunakan mesin atau alat apapun untuk mencacahnya. Bila sudah dicacah bisa dimasukkan dan padatkan kedalam bak kayu.
  5. Setelah itu siram dengan air yang dicampur pakai EM4 atau mikroorganisme pembusuk seperti ikan yang sudah busuk atau jeroan ikannya.
  6. Setelah bahan dipadatkan, selanjutnya bak kayu bisa dinaikkan menggunakan apapun setinggi 1,5 meter. Tujuannya agar cepat mengalami fementasi.
  7. Diamkan tumpukan pupuk selama 1 hari. Nantinya suhu dari pupuk tersebut mencapai 650C. Bila suhunya sudah mencapai 650C, dapat didiamkan lagi selama 2 – 4 hari, untuk menghilangkan bakteri patogen, gula dan jamur.
  8. Jangan mendiamkan pupuk tersebut lebih dari 4 hari. Karena akan membunuh mikroorganisme pengurai pada pupuk kompos.
  9. Apabila sudah 4 hari kamu bisa menurunkan suhunya dengan membolak-balikkan susunan kayunya. Yang tadinya kamu susun diatas kamu bisa pindah kebagian bawah.
  10. Pembolak balikan susunan pupuk ini harus kamu lakukan setidaknya 3 hari sekali sampai suhunya turun mencapai 450C, atau sampai warna kompos menjadi hitam kecoklatan.

2. Membuat Pupuk Kompos Bokashi

  1. Siapkan pupuk kandang atau kotoran hewan ternak sapi, kambing atau ayam sebanyak 25 kg.
  2. Kemudian sekam padi dan juga dedak sebanyak kira kira 1 kg.
  3. Siapkan juga EM4 atau mikroorganisme pembusuk pada pupuk kompos dan molase atau tetes tebu.
  4. Kamu juga bisa menggunakan cairan air dan gula merah atau gula pasir.
  5. Cara membuatnya, masukkan kira kira 500 ml molase atau tetes tebu dan dicampur pakai EM4 sebanyak 50 ml.
  6. Jika sudah tambahkan 2 liter air bersih, lalu dapat diaduk sampai semua tercampur merata.
  7. Setelah merata masukkan larutan kedalam 1 ember sekam padi yang sudah disiapkan.
  8. Aduk sampai sekam dan larutan menyatu, setelah itu aplikasikan ke pupuk kandang dan dicampur sampai rata.
  9. Jika sudah rata dapat dilebar-lebarkan sedikit dan ditaburi dengan 1 kg dedak secara merata ke semua bagian.
  10. Simpan kompos kedalam wadah yang lebar dan tutup jangan sampai terkena sinar matahari atau hujan.
  11. Didiamkan sampai suhunya dingin atau sampai kering. Selanjutnya dapat diaplikasikan ke tanaman.

3. Membuat Vermikompos

  1. Siapkan wadah untuk tempat tinggal cacing yang biasa dikenal dengan istilah worm bin. Dapat menggunakan wadah berbahan karet, sterofoam, kayu, plastik atau ban bekas, jangan memakai wadah berbahan logam yaa.
  2. Kemudian siapkan juga media untuk pengembangan cacing tanah seperti, jerami padi, kotoran hewan ternak, limbah rumah tangga seperti sayuran, buah, kulit buah atau sayur, dedaunan, dan lainnya. Jangan memakai limbah rumah tangga hewani ya seperti tulang ikan, kulit telur, daging ikan, susu, keju, dan produk hewani lainnya.
  3. Selanjutnya pelepah batang pisang untuk cacing bertelur nantinya dan cacing tanah yang bisa kamu beli ditoko pertanian atau pakan burung. Kamu bisa menggunakan cacing jenis Eiseniafoetida (Cacing Tiger) atau Lumbricusrubellus (Cacing Tanah Merah). Keduannya yang paling sering digunakan.
  4. Kemudian cara membuatnya, pertama siapkan wadah untuk tempat cacing, bisa menggunakan sterofoam lalu lubangi bagian pinggir dan bawahnya. Tujuannya agar cacing mendapatkan aliran dan sirkulasi udara yang cukup.
  5. Setelah itu pupuk kandang atau kotoran hewan ternak dicampur dengan limbah rumah tangga organik, dan ditambah jerami padi. Lalu difermentasi atau didiamkan selama kurang lebih 2 minggu lamanya.
  6. Jika sudah 2 minggu didiamkan atau difermentasi, letakkan cacing kedalam media tersebut. Apabila cacing tidak mau tinggal didalamnya berarti kelembapan media tidak pas. Kelembapan media yang baik sekitar 50-55 %, dengan suhu 30-55ºC dan pH mencapai 5,5-8, serta memiliki cukup udara untuk masuk.
  7. Selanjutnya, bila cacing sudah mau menetap pada media pupuk, tambahkan lagi cacing segengam. Lalu beri bagian dasar wadah pakai pelepah pisang untuk cacing bertelur. Terakhir tutup wadah dan diamkan selama 3 hari.
  8. Setelah 3 hari buka penutupnya, bila sudah terbentuk kompos atau sisa makanan sudah habis, tambahkan sisa makanannya lagi. Lakukan hal tersebut berulang sampai kompos terbentuk banyak.
  9. Jika hal tersebut dilakukan berulang maka akan terbentuk pupuk vermikompos. Pupuk tersebut ditandai dengan perubahan bahan organik seperti sisa makanan hancur atau menjadi butiran kecil dan terdapat butiran kecil lonjong yang sebenarnya kotoran cacing.
  10. Pisahkan cacing kewadah lain dan ambil kompos tersebut lalu keringkan. Jika pupuk sudah kamu keringkan dan hasilnya sudah kering sempurna, selanjutnya dapat kamu gunakan untuk tanamanmu.

4. Membuat Pupuk Organik Cair

  1. Pertama siapkan ember atau drum plastik berukuran sekitar 80 liter. Lalu siapkan juga limbah dapur kering atau sisa kulit buah dan sayur, air. Untuk air dapat menggunakan air apapun seperti, limbah organik tanpa detergen atau sabun.
  2. Cara membuatnya, siapkan ember atau drum yang ada penutupnya. Kemudian masukkan limbah organik yang kamu punya boleh sisa makanan, tetapi yang tidak ada minyaknya atau sedikit minyak yaa.
  3. Kemudian masukkan air limbah organik tanpa detergen atau bahan kimia lainnya sampai memenuhi embernya yaa. Kalau tidak ada air limbah tanpa detergen, kamu juga bisa menggunakan air biasa dirumahmu.
  4. Jika ember sudah penuh dengan air, kamu dapat memasukkan EM4 atau mikroorganisme pembusuk sebanyak satu tutup botol minuman. Kamu bisa menggunakan EM4 atau tidak menggunakan juga tidak masalah.
  5. Kemudian semua bahan diaduk sampai benar-benar rata dan tercampur. Jika sudah tercampur merata, tutup ember atau drum sampai rapat, jangan sampai ada udara yang masuk atau terdapat lubang di ember.
  6. Selanjutnya diamkan air larutan sampah organik tersebut selama 2 minggu. Jika sudah seminggu pendiaman, kamu bisa menambahkan sampah organiknya lagi, seperti kulit telur, susu basi, air beras dan sampah organik lainnya.
  7. Jika sudah 10 hari pendiaman kamu dapat buka POC tersebut. Bila ada cacing dan belatung, kamu dapat mengaduknya. Setelah itu ambil airnya dan siramkan ke tanamanmu deh.

Nah, untuk membuat pupuk organik cair ini memang mudah, kamu tinggal memasukkan sampah-sampah kering yang organik pastinya. Lalu hanya ditambah air dan ditutup. Memang membuat pupuk organik cair ini lebih mudah dari pada membuat pupuk kompos lainnya.

Sekian penjelasan tentang cara membuat pupuk kompos dan jenis jenis pupuk kompos diatas. Apabila terdapat kata atau informasi yang kurang tepat mohaon maaf. Terimakasih dan sampai jumpa kembali.