Setelah panen jagung, batang dan daunnya sering menumpuk di ladang. Banyak petani membakarnya, padahal bahan ini bernilai sebagai pakan ternak. Dengan pemotongan yang tepat, batang jagung menjadi hijauan bergizi untuk sapi, kambing, dan domba. Berikut cara mencacah batang jagung untuk pakan secara aman dan efisien.

Mengapa Batang Jagung Layak Menjadi Pakan

Batang jagung kaya serat dan masih mengandung gula, terutama bila Anda memotongnya saat tongkol baru matang. Sapi, kambing, dan domba menyukai rasa manis batang jagung muda. Bahan ini murah, melimpah, dan mudah Anda dapatkan setelah musim panen. Namun, batangnya tebal dan keras. Karena itu, pencacahan menjadi langkah wajib sebelum ternak memakannya.

Pilih Batang Jagung yang Tepat

Pilih batang yang masih hijau atau baru menguning, sebab kandungan nutrisinya lebih tinggi. Batang yang sudah kering kehilangan banyak gizi dan sulit ternak kunyah. Singkirkan batang yang berjamur, berpenyakit, atau bercampur tanah dan batu. Kotoran keras seperti itu merusak pisau mesin dan membahayakan ternak.

Siapkan Mesin dan Perlengkapan Keselamatan

Periksa pisau mesin dan pastikan tajam. Kencangkan baut, lalu letakkan mesin di permukaan datar dan kokoh. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu yang menutup seluruh kaki. Pastikan area kerja bersih dan jauh dari anak-anak. Keselamatan kerja penting karena batang jagung yang keras menyebabkan pantulan potongan jika mesin tidak siap.

Langkah Mencacah Batang Jagung

Pertama, potong batang menjadi ukuran 30 sampai 50 sentimeter agar mudah masuk ke mesin. Kedua, nyalakan mesin dan tunggu putarannya stabil. Ketiga, masukkan batang secara perlahan dan berurutan, jangan menjejalkan terlalu banyak sekaligus. Keempat, tampung hasil cacahan di terpal bersih. Gunakan mesin pencacah rumput multifungsi yang juga mampu mencacah batang jagung, sehingga satu mesin melayani berbagai bahan pakan.

Tentukan Ukuran Cacahan yang Ideal

Cacah batang jagung menjadi potongan 2 sampai 3 sentimeter. Batangnya tebal, jadi ukuran lebih pendek membantu ternak mengunyah dan memadatkan silase dengan baik. Untuk mempelajari ukuran dan manfaat lain, baca artikel manfaat cacahan rumput untuk ternak yang membahas keuntungannya secara lengkap.

Kesalahan Umum Saat Mencacah

Banyak orang menjejalkan terlalu banyak batang sehingga mesin macet. Ada pula yang memakai pisau tumpul sehingga batang hancur tidak beraturan. Jangan mencacah batang yang basah kuyup, karena batang menggumpal dan menyumbat saluran keluar. Terakhir, jangan pernah memasukkan tangan ke lubang masuk, walaupun mesin tampak berhenti.

Cara Memanfaatkan Cacahan Batang Jagung

Anda bisa memberikan cacahan segar, melayukannya, atau memfermentasinya menjadi silase. Untuk silase, campurkan molase sebanyak 2 sampai 3 persen, padatkan di dalam drum, lalu tutup rapat selama 21 sampai 30 hari. Padukan juga cacahan dengan dedak atau ampas tahu agar protein pakan bertambah.

Rawat Mesin Setelah Pemakaian

Matikan mesin dan cabut sumber daya sebelum membersihkan. Bersihkan sisa batang dan getah dari ruang pisau. Asah pisau secara berkala, lalu beri pelumas pada bagian yang bergerak. Perawatan sederhana ini memperpanjang usia mesin dan menjaga hasil cacahan tetap rata.

Simpan Cacahan dengan Benar

Taruh cacahan segar di tempat teduh dan berikan dalam satu atau dua hari agar tidak berjamur. Letakkan silase di wadah yang menutup rapat, jauh dari hujan dan tikus. Periksa stok secara rutin dan buang bagian yang berbau busuk.

Kesimpulan

Mencacah batang jagung tidak sulit jika Anda memilih batang yang tepat, menyiapkan mesin dengan baik, dan mengutamakan keselamatan. Dengan cara ini, limbah ladang berubah menjadi pakan murah dan bergizi sepanjang tahun. Butuh mesin pengolah pakan yang andal? Kunjungi Rumah Mesin dan temukan peralatan yang cocok bagi usaha ternak Anda.