Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2022, Kementerian Ekonomi Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Laboratorium Kawasan Konservasi Laut Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Direktorat Jenderal Pengembangan Tata Ruang Maritim (Ditjen PRL) mewakili kampanye untuk mengurangi sampah di pantai Pasir Jambak, Kota Padang, provinsi Sumatera Barat. Kampanye pengurangan sampah plastik ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik yang ada di laut, seperti yang tema yang sudah di terapkan.

Dengan motto “Plastic diet, the sea is beautiful too”, Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah organik dan anorganik di sekitar kawasan lindung, serta menghidupkan kembali Bulan Cinta Laut yang dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Dirjen Tata Kelola Kelautan Pamuji Lestari mengatakan, kampanye pengurangan sampah ini merupakan bagian dari Bulan Cinta Laut sebagai wujud PKC melaksanakan Perpres 83 Tahun 2018 tentang pengelolaan sampah laut. 

Peraturan Pengurangan Sampah Plastik

Melalui peraturan ini, pemerintah Indonesia pada tahun ini telah berkomitmen untuk mengurangi sampah sebesar 30% berdasarkan 3R (reuse, reduce, dan recycle) dan cara mengolah sampah plastik yang masuk ke laut yang sebesar 70% pada tahun 2025. “Aksi kampanye KKP merupakan upaya untuk mengurangi jumlah sampah di laut dan merupakan sarana pendidikan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran pesisir dan laut,” katanya. 

Sebagai pengelola ruang laut, dan terutama pengelola kawasan lindung, menjaga lingkungan laut dari kerusakan yang akan datang, termasuk sampah, menurut Tari adalah suatu keharusan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam pengelolaan sampah dan komitmen sosial.

Melakukan Aksi Pengumpulan Sampah

Dalam rangkaian aksi ini, seluruh peserta melakukan aksinya di pantai Pasir Jambak. Sebanyak 112,6 kg sampah terkumpul dalam aksi ini, dengan jenis sampah yang terjadi pada akhir pengumpulan terpisah berupa botol plastik 4,1 kg, sedotan plastik 1 kg, kantong plastik 49,5 kg, 56,9 kg sampah organik dan tidak disortir dengan berat 1,1 kg, termasuk kain, pecahan kaca, dan styrofoam.

Selain itu, ada pula sampah plastik botol senilai Rp 2000 per kg dan sampah sedotan plastik senilai Rp 300 per kg yang disumbangkan ke bank sampah Bina Sadar Mulia Pasie Nan Tigo untuk diolah menjadi kursi plastik dan anting-anting berbahan plastik sedotan yang bernilai ekonomis, sedangkan limbah lainnya disumbangkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang.

Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga meliputi penyerahan tong sampah kepada pengelola pantai di Pasir Jambak dan pertukaran informasi pengelolaan sampah oleh Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Sumbar. 

Kunjungi Juga : Produk Mesin Pencacah Plastik

Harapan Dari Aksi Kampanye

Fajar Kurniawan, Ketua LKKPN Pekanbaru, menyatakan kampanye pengurangan sampah merupakan langkah untuk mengurangi ancaman terhadap sumber daya laut di kawasan lindung. Juga merupakan kewajiban sebagai pengelola kawasan lindung untuk melindungi kelestarian ekosistem dan biota laut yang ada dari ancaman limbah untuk kelestarian dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. 

Fajar berharap kampanye pengurangan sampah plastik, pencegahan sampah ini dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya sampah, mengelola sampah dengan bijak, dan mencintai laut agar tidak ada sampah, dan laut sehat.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trengge menegaskan laut bukan tempat sampah. Menteri Trenggeno meminta agar penanggung jawab pembuangan limbah ditindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Melalui program pengurangan sampah plastik ini, pemerintah berharap pemakain plastik di minimalisirkan untuk mengurangi penumpukan sampah plastik yang di TPA. Akibat dari tumpukan tersebut akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya jika tidak ditindak lanjuti.

Aksi kampanye ini menyadarkan kepada masyarakat untuk mencintai lingkungannya dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi di laut, karena bisa merusak ekosistem yang ada di laut. Semoga kampanye ini sampah di Indonesia semakin berkurang.