Kelemahan Usaha Keripik Pisang – Pisang adalah jenis tumbuhan yang bisa ditemui secara mudah di Indonesia dan kita dapat menemukannya hampir disemua pulau di Indonesia. Buah pisang ini memiliki manfaat yang baik untuk tubuh bila dikonsumsi dan memiliki rasa yang manis dan juga enak. Buah pisang ini mempunyai banyak jenis, selain dimakan secara langsung buah pisang juga enak jika diolah terlebih dahulu menjadi makanan seperti keripik pisang atau bisa juga dibuat camilan pisang aroma. Keripik pisang ini sangat disukai oleh masyarakat karena mempunyai rasa yang renyah dan enak. Cara membuat keripik pisang ini juga sangat sederhana, simpel dan bisa dikerjakan oleh siapa saja.

Keripik pisang ini juga dapat dijadikan salah satu peluang usaha keripik pisang yang sangat menguntungkan. Karena proses pembuatan yang cukup mudah dan produk keripik pisang ini mudah diterima oleh masyarakat luas. Keripik pisang juga sudah tidak asing lagi sebagai camilan ringan yang enak dan gurih di masyarakat, jadi orang pun tidak akan merasa bosan jika terus mencoba keripik pisang. Pisang menjadi bahan baku pembuatan keripik pisang, jadi jika akan membuat usaha maka memilih kualitas pisang yang terbaik akan menghasilkan juga keripik pisang yang berkualitas. Pengemasan dari produk juga akan mempengaruhi kualitas dari keripik pisang tersebut sehingga pilihlah kemasan yang sederhana tetapi tidak akan mengurangi rasa dan nilai dari keripik pisang tersebut. Keripik pisang ini bisa dijadikan salah satu camilan ringan dengan harga yang cukup terjangkau sehingga lebih hemat dan praktis.

Apa Kelemahan Usaha Keripik Pisang?

Keripik pisang memiliki beberapa kelemahan, di sini akan di sebutkan beberapa kelemahan keripik pisang, diantaranya yaitu keripik akan menjadi rusak jika disimpan dengan cara yang salah, misalnya di tumpuk dan dilakukan dengan sembarangan. Kelemahannya lagi yaitu bahan baku pisang yang mudah rusak atau mudah busuk jika terlalu lama dan tidak benar dalam menyimpannya.

Meski keripik pisang diminati banyak konsumen di Indonesia dan bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama, kamu juga harus memperhatikan persaingan pasar dalam bisnis makanan ringan yang semakin hari semakin kompetitif. Untuk mengakali persaingan pasar, kamu harus memberikan nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor. Misalnya kamu dapat memperbanyak varian rasa keripik pisang, branding dengan kemasan yang menarik, menawarkan harga yang berani bersaing, serta memberikan bonus khusus bagi para pelanggan yang memesan dalam jumlah tertentu. Semakin menarik penawaran yang kamu berikan, maka semakin besar juga ketertarikan calon konsumen untuk melakukan pembelian produk kamu.

Kerenyahan dan rasa pada keripik pisang juga dipengaruhi oleh penggunaan minyak goreng. Keripik pisang biasanya bisa bertahan kurang lebih satu bulan jika menggunakan minyak bermerek. Tetapi jika menggunakan minyak curah memiliki hasil yang berbeda, selain itu jika menggunakan minyak curah biasa juga menjadi lebih boros saat dipakai untuk menggoreng.

Proses Pembuatan Keripik Pisang Renyah

Keripik pisang memiliki rasa gurih khas yang akan menjadi lebih nikmat jika dipadukan dengan rasa manis gula. Resep yang kali ini cukup unik karena ‘menambahkan’ cita rasa manis ketika proses penggorengan keripik berlangsung.

Bahan-bahan:

– 10 buah pisang kepok muda
– 2 sdm gula pasir
– 1/4 sdt garam
– 5 sdm air
– Minyak goreng secukupnya

Langkah-langkah membuat:

      1. Pertama, kupas pisang terlebih dahulu lalu iris tipis-tipis.
      2. Kedua, di dalam wadah, campurkan gula, garam, dan air. Aduk rata lalu sisihkan terlebih dahulu.
      3. Kemudian panaskan banyak minyak dengan api sedang. Setelah panas goreng pisang hingga terlihat kecoklatan.
      4. Lalu masukkan ½ sdm campuran air gula-garam ke dalam penggorengan. Hati-hati karena tentunya minyak akan meletup-letup. Tunggu hingga minyak kembali tenang, kemudian angkat pisang dan tiriskan.
      5. Terakhir pisang siap disajikan.

Tips:

      1. Olesi tangan terlebih dahulu dengan menggunakan minyak goreng sebelum mengupas kulit pisang supaya tangan tidak hitam akibat getah pisang.
      2. Gunakan alat khusus pemotong keripik pisang agar hasilnya bisa lebih maksimal. Jika menggunakan alat, irisan yang dihasilkan memiliki ketebalan yang pas dan sama sehingga cocok untuk dijadikan keripik. Potonglah pisang di atas penggorengan, sehingga hasil irisan bisa langsung masuk dalam penggorengan berisi minyak panas.
      3. Jangan terlalu banyak saat memasukkan pisang dalam sekali menggoreng. Sebaiknya 2 buah pisang saja setiap sekali menggoreng, hal ini bertujuan agar hasil keripik pisang bisa renyah dengan sempurna.
      4. Saring dahulu minyak setiap selesai sekali menggoreng, supaya minyak bersih.
      5. Saat memasukkan campuran air gula-garam, tuang dengan cara melingkar, jangan hanya diam di satu titik saja supaya campuran air gula-garam dapat tersebar secara merata.

Demikian beberapa informasi yang dapat disampaikan pada artikel kali ini. Semoga bisa berguna bagi semua para pembaca yang membacanya dan melakukan sesuai apa yang diinstruksikan. Mohon maaf apabila terdapat salah kata. Terimakasih semuanya, semoga berhasil!!!