Panduan cara perawatan padi dan pasca tanam Perawatannya perlu lebih hati-hati karena jika ceroboh, efeknya tidak akan memuaskan.Cara pertama, penyiangan selama dua minggu. Kemudian irigasi dengan benar, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Sebagai alternatif, pemupukan setelah 7-15 hari dengan urea dan TSP 100:50 per hektar. Berikan pupuk setelah 25-30 hari dengan urea dan fosfor 50:100 per hektar.cara perawatan padi dari awal sampai panen yang baik.

Cara Pemupukan dan Panduan Cara Pearwatan Padi

Penggunaan tanah secara berulang untuk kegiatan bercocok tanam secara bertahap dapat menyebabkan kemerosotan kualitas tanah akibat kekurangan unsur hara.

Pengendalian Hama

Hama padi pada umumnya meliputi serangga, belalang, wereng dan tikus. Maka cara menanam padi yang baik dan menguntungkan selanjutnya adalah pengendalian hama.Untuk mengendalikan hama dapat digunakan insektisida, namun sebaiknya tidak digunakan jika masih terdapat predator alami bagi hama tersebut. Jika predator alami hama ini mulai mengganggu Anda, singkirkan mereka dan beralihlah ke pestisida organik.

1. Perawatan Padi Pada Fase Vegetatif

Periode awal penyemaian tanaman padi disebut fase vegetatif. Perawatan tanaman padi pada fase vegetatif dilakukan sekitar 50 hari setelah tanam. Tahap vegetatif padi adalah masa mulai tumbuh tanaman padi hingga tahap reproduktif.

Perawatan awal tanaman padi ini berfokus pada pertumbuhan akar, batang dan daun.Pemeliharaan tanaman padi pada tahap pertumbuhan sebaiknya dilakukan langkah-langkah perawatan sebagai berikut:

  • Semprotkan 1 (5 hari setelah tanam), gunakan kalsium, seng dan kitosan.
  • Pemupukan (7-10 hari setelah tanam), gunakan nitrogen atau urea.
  • Penyemprotan kedua (13-16 hari setelah tanam), gunakan pupuk ammonium fosfat, silika dan trace.
  • Kedua kalinya (setelah tanam 15-20 hari), gunakan nitrogen dan NPK (urea/ponska).
  • Nyorok atau matun (21-22 hari setelah tanam) tujuannya untuk mencegah hama.
  • Setelah tahapan budidaya tanaman padi pada masa vegetatif, lakukan perawatan pada masa anakan.

2. Perawatan Padi Pada Tahap Anakan

Tahap reproduksi padi adalah awal dari pertumbuhan reproduksi tanaman. Perawatan tanaman padi pada tahap ini difokuskan pada organ reproduksi tanaman padi seperti bunga dan buah. Tanaman padi pada tahap anakan ini sangat membutuhkan unsur hara esensial seperti kalium fosfat, kalsium dan boron.

Cara Penanam Padi dan Panduan Perawatan

Cara Merawat Tanaman Padi 

  • Semprotkan pertama kali (50-55 hari setelah tanam), gunakan kalium fosfor.
  • Penyemprotan ke-2 (60-65 hari setelah tanam), menggunakan kalsium, magnesium, boron, silikon dan ZPT.
  • Penyemprotan ke-3 (70-75 hari setelah tanam), gunakan potasium fosfat, silika, pupuk trace dan ZPT GA3.
  • Semprotkan untuk ke-4 kalinya (80 hari setelah tanam), gunakan kalium nitrat dan pupuk sisa.
  • Semprotan ke-5 (85 hari setelah tanam), gunakan kalsium dan boron.
  • Semprotkan 6 kali (90 hari setelah tanam), gunakan Potasium Lan dan Semprotan ZPT GA3 40D44 untuk mencegah wereng menyerang padi dan merusak bunga, buah/biji.

 Rawat Tanaman Padi Setiap Hari

Selain merawat tanaman padi dalam masa tumbuh dan berkembang, ada beberapa tindakan perawatan lain untuk mendapatkan hasil yang baik. Berikut ini adalah perawatan rutin setiap hari agar tanaman padi tetap tumbuh, antara lain :

  • Penyiangan padi berlangsung selama 2 minggu.
  • Air sesuai kebutuhan untuk menghindari kekeringan.
  • Pengendalian hama yang dapat menyerang tanaman padi. Hama yang biasa menyerang tanaman padi adalah tikus, wereng, belalang dan kutu daun. Gunakan pestisida organik sebagai agen pengendalian hama yang aman.
  • Siapkan orang-orangan sawah di ladang untuk menakut-nakuti burung yang dapat merusak tanaman padi.

Perawatannya perlu lebih hati-hati karena jika ceroboh, efeknya tidak akan memuaskan.Cara pertama, penyiangan selama dua minggu. Kemudian irigasi dengan benar, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.