Cara membuat fermentasi jerami. Fermentasi jerami merupakan alternatif pakan ternak dikala musim kemarau. Pakan ini menjadi pengganti rerumputan hijau yang sulit tumbuh dikala kemarau datang. Biasanya orang-orang akan menggumpulkan sisa tangkai padi atau alang-alang dan membuatnya menjadi fermentasi jerami. Jerami jerami tidak banyak memiliki nutrisi untuk kebutuhan hewan ternak, maka dari itu dibuatlah fermentasi ini. Tujuan dari fermentasi, selain untuk ketersediaan pakan dikala kemarau, juga berfungsi untuk tamabahan nutrisi pakan hewan ternak.

Untuk mendapatkan jerami, para peternak biasanya meminta atau membeli pada petani yang sedang panen raya, karena saat panen padi tandanya kemarau akan datang. Selain menggunakan tangkai padi, mereka juga biasa menggunakan sisa-sisa tangkai dan daun jagung. Tangkai jagung juga bisa dibuat fermentasi jerami, karena memiliki teksur dan bentuk yang sama dengan tangkai padi.

Nah, berikut ini cara buat fermentasi jerami yang bisa dicoba untuk pakan ternak. Fermentasi jerami mengandung banyak sekali nutrisi yang dibutuhkan hewan ternak. Selain banyak nutrisinya, membuat fermentasi jerami juga tidak membutuhkan biaya yang mahal. Ini dia cara membuatnya :

Cara Membuat Fermentasi Jerami

Terdapat 2 proses atau 2 cara untuk membuat fermentasi jerami ini, Kamu bisa memakai cara yang pertama ataupun yang kedua. Keduanya memiliki kesamaan, dari segi nutrisi, cara pembuatan, dan hasil nya nanti.

Cara Pertama

Bahan-bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan :

  • 1 ton jerami padi ,yang sudah kering.
  • 20-25 Lt Molases/Gula pasir yg dilarutkan.
  • Probiotik / EM4.
  • 250-300 Lt. : Air untuk melarutkan probiotik dan molases /15 Lt untuk jerami basah.
  • Terpal/Plastik/Gelaran.
  • Alat pemotong sabit atau sejenisnya atau bisa menggunakan mesin pencacah jerami.
  • Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung plastik.

Cara Membuatnya :

  1. Jerami yang sudah kering dirajang atau dipotong pakai mesin perajang jerami dengan ukuran kurang lebih 25 cm ditumpuk.
  2. Sediakan Terpal/Plastik/Gelaran.
  3. Larutkan bahan diatas tadi menjadi satu sesuai dengan perbandingannya,lalu siapkan terpal plastik untuk alas mencampur antara jerami dengan campuran probiotik/Em4, Molase dan air.
  4. Jerami padi yang sudah dipotong ditaruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai merata dan jerami kelihatan basah.
  5. Setelah jarami benar-benar telah disiram rata dengan larutan tersebut, jerami ditutup ke dalam Terpal/Plastik/Gelaran sedikit demi sedikit sambil dimampatkan/diinjak-injak supaya padat.
  6. Setelah mampat (padat) silo ditutup hingga rapat betul.

Cara Pemakaiannya :

Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai diberikan pada ternak kambing sesuai dengan kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis setelah mengambil bahan dari tempat penyimpanan supaya ditutup kembali dengan rapat, terhindar dari genangan air, terhindar dari terik matahari dan air hujan.

Cara Kedua

Pada pembuatan fermentasi jerami yang kedua ini masih menggunakan bahan yang sama, hanya bedanya dari teknik dan caranya yang berbeda. Proses kedua ini memakai 2 tahap yaitu fermentasi dan pengringan. Hasil dari fermentasi ini sama yang pertama tetap sama kok, cuma beda tahapannya saja.

Pembuatan fermentasi jerami dilakukan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Dimana untuk kapasitas 10 ton dapat dibuat bangunan dengan ukuran 4 x 5 m. Lantai dasar dapat dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan ditinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa didinding. Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu. Untuk atap dapat berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat. Jarak lantai ke atap 3 m.

Cara Membuatnya :

Pembuatan Pada Tahap 1 :
  1. Jerami padi yang baru dipanen dengan kadar air 65% dipotong-potong sepanjang 10-15 cm.
  2. Kemudian ditumpuk ditempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 cm.
  3. Taburi urea dan probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 5 kg untuk setiap 1 ton jerami padi.
  4. Tambahkan lagi timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea dan probiotik secara merata, demikian seterusnya sampai tumpukan jerami padi mencapai 1-2 m.
  5. Diamkan selama 21 hari, agar proses fermentasi berlangsung secara sempurna.
Pembuatan Pada Tahap 2 :
  1. Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi, dikeringkan disinar matahari dan diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
  2. Setelah kering jerami fermentasi dapat diberikan kepada hewan ternak sebagai pakan pengganti rumput segar

Fermentasi jerami diberi pada hewan ternak setiap 1 hari 2 kali atau lebih. Jika sudah terdapat makanan hijau untuk hewan ternak, fermentasi jerami dapat menjadi pendamping atau tambahan nutrisinya.

Sekian penjelasan tentang cara buat fermentasi jerami diatas, semoga penjelasan diatas membantu. Dan bila terdapat kata atau informasi yang kurang tepat mohon maaf. Terimakasih.